Minggu, 05 Juli 2015
ARTIKEL KB (KELUARGA BERENCANA)
Keluarga berencana adalah usaha untuk mengontrol jumlah dan jarak antara kelahiran anak. untuk menghindari kehamilan yang bersifat sementara digunakan kontrasepsi sedangkan untuk menghindari kehamilan yang sifatnya menetap bisa dilakukan sterilisasi.
aborsi bisa digunakan untuk mengakhiri kehamilan jika terjadi kegagalan kontrasepsi.
kontrasepsi
Metode kontrasepsi terdiri dari:
Metode kontrasepsi terdiri dari:
1. kontrasepsi oral (pil kb)
Pil kb mengandung hormon, baik dalam bentuk kombinasi
progestin dengan estrogen atau progestin saja.
pil kb mencegah kehamilan dengan cara menghentikan ovulasi (pelepasan
sel telur oleh ovarium) dan menjaga kekentalan lendir servikal sehingga tidak
dapat dilalui oleh sperma. tablet yang hanya mengandung progestin sering
menyebabkan perdarahan tidak teratur. tablet ini hanya diberikan jika pemberian
estrogen bisa membahayakan, misalnya pada wanita yang sedang menyusui.
Pil kombinasi ada yang memiliki estrogen dosis rendah dan
ada yang mengandung estrogen dosis tinggi. estrogen dosis tinggi biasanya
diberikan kepada wanita yang mengkonsumsi obat tertentu (terutama obat
epilepsi).
keuntungan pemakaian pil kb adalah mengurangi:
ü resiko kanker jenis tertentu
ü angka kekambuhan kram pada saat menstruas
ü ketegangan premenstruasi
ü perdarahan tidak teratur
ü Anemia
ü kista payudara
ü kista ovarium
ü kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan)
ü infeksi tuba falopii.
sebelum mulai menggunakan pil kb, dilakukan pemeriksaan
fisik untuk meyakinkan bahwa tidak ada masalah kesehatan yang bisa menimbulkan
resiko. jika wanita tersebut atau keluarga dekatnya ada yang menderita diabetes
atau penyakit jantung, biasanya dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur
kadar kolesterol dan gula darah. jika kadar kolesterol atau gula darahnya
tinggi, maka diberikan pil kb dosis rendah. 3 bulan setelah pemakaian pil kb,
dilakukan pemeriksaan ulang untuk mengetahui adanya perubahan tekanan darah.
selanjutnya pemeriksaan dilakukan 1 kali/tahun
pil kb sebaiknya tidak digunakan oleh:
ü wanita yang merokok dan berusia diatas 35 tahun
ü wanita penderita penyakit hati aktif atau tumor
ü wanita yang memiliki kadar trigliserida tinggi dan wanita
penderita tekanan darah tinggi yang tidak diobati
ü wanita penderita diabetes yang disertai penyumbatan arteri
ü wanita yang memiliki bekuan darah
ü wanita yang tungkainya sedang digips
ü wanita penderita penyakit jantung
ü wanita yang pernah menderita stroke
ü wanita yang pernah menderita penyakit kuning pada saat
kehamilan
Wanita penderita kanker payudara
atau kanker rahim. pengawasan harus dilakukan jika pil kb digunakan oleh:
ü wanita yang mengalami depresi
ü wanita yang sering mengalami sakit kepala migren
ü wanita yang merokok tetapi berusia dibawah 35 tahun
ü wanita yang pernah menderita hepatitis atau penyakit hari
lainnya tetapi telah sembuh total.
pemakaian pil kb setelah kehamilan resiko terbentuknya
bekuan darah di tungkai meningkat setelah kehamilan dan akan semakin meningkat
jika wanita tersebut memakai pil kb jika menstruasi terakhir terjadi dalam
waktu kurang dari 12 minggu setelah persalinan, maka pil kb bisa langsung
digunakan. jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu 12-28 minggu, maka
harus menunggu 1 minggu sebelum pil kb mulai digunakan, sedangkan jika
menstruasi terakhir terjadi dalam waktu lebih dari 28 minggu, harus menunggu 2
minggu sebelum pil kb mulai digunakan
wanita yang menyusui biasanya tidak mengalami ovulasi sampai
10-12 minggu setelah persalinan, tetapi mereka bisa mengalami ovulasi dan hamil
sebelum terjadinya menstruasi pertama. karena itu, ibu yang menyusui sebaiknya
menggunakan pil kb jika tidak ingin hamil
pil kombinasi yang diminum oleh ibu menyusui bisa mengurangi
jumlah air susu dan kandungan zat lemak serta protein dalam air susu. hormon
dari pil terdapat dalam air susu sehingga bisa sampai ke bayi. karena itu untuk
ibu menyusui sebaiknya diberikan tablet yang hanya mengandung progestin, yang
tidak mempengaruhi pembentukan air susu.
Pil kb yang diminum segera setelah terjadinya pembuahan atau pada awal
kehamilan (sebelum wanita tersebut mengetahui bahwa dia hamil) tidak akan
membahayakan janin.
Efek samping pil kb
Efek samping pil kb
a.
perdarahan tidak teratur.
sering terjadi pada beberapa bulan pertama pemakaian pil kb,
jika tubuh telah menyesuaikan diri dengan hormon biasanya perdarahan abnormal
akan berhenti.
b. beberapa bulan setelah berhenti menggunakan pil kb, mungkin
tidak akan terjadi menstruasi, tetapi obat ini tidak menyebabkan berkurangnya
kesuburan secara permanen.
c.
efek samping yang berhubungan dengan
estrogen adalah mual, nyeri tekan pada payudara, perut kembung, penahanan
cairan, peningkatan tekanan darah dan depresi.
d. efek samping yang berhubungan dengan progestin adalah penambahan
berat badan, jerawat dan kecemasan. penambahan berat badan sebanyak 1,5-2,5 kg
biasanya terjadi akibat penahanan cairan dan mungkin karena meningkatnya nafsu
makan.
e.
bekuan darah diperkirakan 3-4 kali
lebih sering terjadi pada pemakaian pil kb dosis tinggi. jika secara tiba-tiba
timbul nyeri dada atau nyeri tungkai, pemakaian pil kb harus segera dihentikan
dan segera memeriksakan diri karena gejala tersebut mungkin menunjukkan adanya
bekuan darah di dalam vena tungkai dan kemungkinan sedang menuju ke paru-paru.
Pil kb dan pembedahan menyebabkan meningkatnya resiko
pembentukan bekuan darah, sehingga 1 bulan sebelum menjalani pembedahan
pemakaian pil harus dihentikan dan baru mulai dipakai lagi 1 bulah setelah
pembedahan.
f.
mual dan sakit kepala.
g. 1-2% wanita pemakai pil kb mengalami depresi dan kesulitan
tidur.
h. melasma (bercak-bercak berwarna gelap di wajah).
jika terkena sinar matahari, bercak semakin gelap. melasma
akan menghilang secara perlahan setelah pemakaian pil kb dihentikan.
i.
resiko terjadinya kanker leher rahim
tampaknya meningkat, terutama jika pil kb telah dipakai selama lebih dari 5
tahun. karena itu wanita pemakai pil kb harus rutin menjalani pemeriksaan pap
smear (minimal 1 kali/tahun).
di lain fihak, wanita pemakai pil kb memiliki resiko kanker
ovarium ataupun kanker rahim yang lebih rendah.
Interaksi pil kb dengan obat lain
pil kb tidak berpengaruh terhadap obat lain, tetapi obat
lain (terutama obat tidur dan antibiotik) bisa menyebabkan berkurangnya
efektivitas dari pil kb.
wanita pemakai pil kb bisa hamil jika secara terus menerus mengkonsumsi antibiotik (misalnya rifampin, penisilin, ampisilin, tetrasiklin atau golongan sulfa). ketika mengkonsumsi antibiotik tersebut, selain pil kb sebaiknya ditambah dengan menggunaka kontrasepsi penghalang (misalnya kondom atau diafragma).
wanita pemakai pil kb bisa hamil jika secara terus menerus mengkonsumsi antibiotik (misalnya rifampin, penisilin, ampisilin, tetrasiklin atau golongan sulfa). ketika mengkonsumsi antibiotik tersebut, selain pil kb sebaiknya ditambah dengan menggunaka kontrasepsi penghalang (misalnya kondom atau diafragma).
obat anti-kejang (fenitoin dan phenobarbital) bisa
menyebabkan meningkatkan perdarahan abnormal pada wanita pemakai pil kb.
untuk mengatasi hal ini, kepada wanita penderita epilepsi yang mengkonsumsi anti-kejang perlu diberikan pil kb dosis tinggi.
untuk mengatasi hal ini, kepada wanita penderita epilepsi yang mengkonsumsi anti-kejang perlu diberikan pil kb dosis tinggi.
kontrasepsi penghalang
kontrasepsi penghalang secara fisik menghalangi jalan masuk
sperma ke dalam rahim wanita. yang termasuk ke dalam kontrasepsi penghalang
adalah:
a.
kondom.
kondom bisa melindungi pemakainya dari penyakit menular
seksual (misalnya aids) dan dapat mencegah perubahan prekanker tertentu pada
sel-sel leher rahim.
ada kondom yang ujungnya memiliki penampung semen; jika tidak ada penampung semen, sebaiknya kondom disisakan sekitar 1cm di depan penis.
kondom harus dilepaskan secara perlahan karena jika semen tumpah maka sperma bisa masuk ke vagina sehingga terjadi kehamilan.
ada kondom yang ujungnya memiliki penampung semen; jika tidak ada penampung semen, sebaiknya kondom disisakan sekitar 1cm di depan penis.
kondom harus dilepaskan secara perlahan karena jika semen tumpah maka sperma bisa masuk ke vagina sehingga terjadi kehamilan.
untuk menambah efektivitas pemakaian kondom bisa ditambahkan
spermisida (biasanya terkandung di dalam pelumas kondom atau dimasukkan secara
terpisah ke dalam vagina).
kondom wanita merupakan alat kontrasepsi penghalang baru yang dipasang di vagina dengan bantuan sebuah cincin.
kondom wanita menyerupai kondom pria, tetapi lebih lebar dan memiliki angka kegagalan yang tinggi.
b.
Diafragma.
diafragma merupakan plastik berbentuk kubah dengan sabuk
yang lentur, dipasang pada serviks dan menjaga agar sperma tidak masuk ke dalam
rahim.
ukurannya bervariasi dan harus dicocokkan oleh dokter atau perawat.
ukurannya bervariasi dan harus dicocokkan oleh dokter atau perawat.
pemakaiannya harus selalu bersamaan dengan krim atau jeli.
diafragma dipasang sebelum melakukan hubungan seksual dan tetap terpasang sampai minimal 8 jam tetapi tidak boleh lebih dari 24 jam.
diafragma dipasang sebelum melakukan hubungan seksual dan tetap terpasang sampai minimal 8 jam tetapi tidak boleh lebih dari 24 jam.
Ukuran diafragma harus diganti jika:
ü terjadi penambahan atau penurunan berat badan sebanyak lebih
dari 5 kg
ü diafragma telah dipakai selama lebih dari 1 tahun
ü baru melahirkan anak atau mengalami aborsi,
ü karena ukuran dan bentuk vagina mungkin mengalami perubahan.
ü penutup leher rahim
1. Penutup serviks (leher rahim).
penutup serviks (cervical cap) hampir menyerupai diafragma
tetapi ukurannya lebih kecil dan lebih kaku, dipasang pada serviks.
ukurannya bervariasi dan harus dicocokkan oleh dokter atau perawat.
pemakaian penutup serviks harus selalu bersamaan dengan krim atau jeli.
penutup serviks dipasang sebelum melakukan hubungan seksual dan tetap terpasang sampai minimal 8 jam dan maksimal 48 jam sesudah melakukan hubungan seksual.
ukurannya bervariasi dan harus dicocokkan oleh dokter atau perawat.
pemakaian penutup serviks harus selalu bersamaan dengan krim atau jeli.
penutup serviks dipasang sebelum melakukan hubungan seksual dan tetap terpasang sampai minimal 8 jam dan maksimal 48 jam sesudah melakukan hubungan seksual.
2. Sediaan untuk menghentikan atau membunuh sperma atau disebut
juga spermisida (dalam bentuk busa, krim, jel dan suppositoria yang dimasukkan
ke dalam vagina) busa, krim, jeli dan suppositoria vagina dimasukkan sebelum
melakukan hubungan seksual. selain mengandung spermisida, bahan tersebut juga
merupakan penghalang fisik untuk sperma.
penarikan penis sebelum terjadinya ejakulasi disebut juga coitus interruptus.
pada metode ini, pria mengeluarkan/menarik penisnya dari vagina sebelum terjadinya ejakulasi (pelepasan sperma ketika mengalami orgasme).
metode ini kurang dapat diandalkan karena sperma bisa keluar sebelum orgasme juga memerlukan pengendalian diri yang tinggi serta penentuan waktu yang tepat.
penarikan penis sebelum terjadinya ejakulasi disebut juga coitus interruptus.
pada metode ini, pria mengeluarkan/menarik penisnya dari vagina sebelum terjadinya ejakulasi (pelepasan sperma ketika mengalami orgasme).
metode ini kurang dapat diandalkan karena sperma bisa keluar sebelum orgasme juga memerlukan pengendalian diri yang tinggi serta penentuan waktu yang tepat.
c.
metoda
ritmik
Pada metoda ritmik, pasangan suami istri tidak melakukan
hubungan seksual selama masa subur wanita.
Ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) terjadi 14 hari
sebelum menstruasi. sel telur yang telah dilepaskan hanya bertahan hidup selama
24 jam, tetapi sperma bisa bertahan selama 3-4 hari setelah melakukan hubungan
seksual. karena itu pembuahan bisa terjadi akibat hubungan seksual yang
dilakukan 4 hari sebelum ovulasi.
a.
metode ritmik kalender merupakan
metode yang paling tidak efektif, bahkan untuk wanita yang memiliki siklus
menstruasi yang teratur.
wanita sebaiknya mencatat siklusnya dalam 12 bulan terakhir. untuk mengetahui saat tidak boleh melakukan hubungan seksual, dilakukan perhitungan berikut:
wanita sebaiknya mencatat siklusnya dalam 12 bulan terakhir. untuk mengetahui saat tidak boleh melakukan hubungan seksual, dilakukan perhitungan berikut:
(siklus terpendek - 18) dan (siklus terpanjang - 11).
contohnya, jika siklus seorang wanita dalam waktu 12 bulan
terakhir berkisar antara 26-29 hari, maka 26-18=8 dan 29-11=18, artinya
hubungan seksual tidak boleh dilakukan pada hari ke-8 sampai hari ke-18 setelah
menstruasi.
b. pada metode temperatur, dilakukan pengukuran suhu basal (suhu
ketika bangun tidur sebelum beranjak dari tempat tidur).
suhu basal akan menurun sebelum ovulasi dan agak meningkat (kurang dari 1° celsius) setelah ovulasi. hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan mulai dari menstruasi hari pertama sampai suhu basalnya meningkat.
suhu basal akan menurun sebelum ovulasi dan agak meningkat (kurang dari 1° celsius) setelah ovulasi. hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan mulai dari menstruasi hari pertama sampai suhu basalnya meningkat.
c.
pada metode lendir, masa subur
wanita diketahui dengan mengamati lendir servikal, yang biasanya dikeluarkan
dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih encer sesaat sebelum ovulasi. hubungan
seksual tidak boleh pada saat terjadinya peningkatan jumlah lendir servikal
sampai 4 hari sesudahnya.
d. metoda simptotermal terdiri dari pengamatan perubahan lendir
servikal dan suhu basal tubuh, juga gejala lainnya yang berhubungan dengan
ovulasi (misalnya nyeri kram ringan pada perut bagian bawah).
metoda ini merupakan metoda yang paling dapat diandalkan.
metoda ini merupakan metoda yang paling dapat diandalkan.
d.
kontrasepsi
implant
kontrasepsi implan adalah kapsul plastik yang mengandung progestin, yang bekerja dengan cara mencegah ovulasi dan menghalangi masuknya sperma melalui lendir serviks yang kental. 6 kapsul dimasukkan ke bawah kulit lengan atas. setelah diberi obat bius, dibuat sayatan dan dengan bantuan jarum dimasukkan kapsul implan. tidak perlu dilakukan penjahitan. kapsul ini melepaskan progestin ke dalam aliran darah secara perlahan dan biasanya dipasang selama 5 tahun. interaksi dengan obat lain jarang terjadi karena implan tidak mengandung estroggen. efek samping yang utama adalah perdarahan tidak teratur atau sama sekali tidak terajdi menstruasi. efek samping lainnya adalah sakit kepala dan penambahan berat badan.
Kapsul implan tidak larut dalam tubuh sehingga setelah 5
tahun harus dilepaskan. segera setelah implan dilepas, fungsi ovarium akan
kembali normal dan wanita pemakai implan kembali menjadi subur.
e.
Kontrasepsi
suntikan
Medroksiprogesteron (sejenis progestin) disuntikkan 1 kali/3
bulan ke dalam otot bokong atau lengan atas.
Suntikan ini sangat efektif tetapi bisa mengganggu siklus
menstruasi. sepertiga pemakai kb suntik tidak mengalami menstruasi pada 3 bulan
setelah suntikan pertama dan sepertiga lainnya mengalami perdarahan tidak
teratur dan spotting (bercak perdarahan) selama lebih dari 11 hari setiap
bulannya. semakin lama suntikan kb dipakai, maka lebih banyak wanita yang tidak
mengalami menstruasi tetapi lebih sedikit wanita yang mengalami perdarahan
tidak teratur. setelah 2 tahun memakai suntikan kb, sekitar 70% wanita sama
sekali tidak mengalami perdarahan.
jika pemakaian suntikan kb dihentikan, siklus menstruasi
yang teratur akan kembali terjadi dalam waktu 6 bulan-1 tahun. efeknya
berlangsung lama, sehingga kesuburan mungkin baru kembali 1 tahun setelah
suntikan dihentikan, tetapi medroksiprogesteron tidak menyebabkan kemandulan
permanen.
Suntikan kb bisa menyebabkan penambahan berat badan yang
sifatnya ringan. setelah pemakaian dihentikan, bisa terjadi osteoporosis yang
bersifat sementara.
Medroksiprogesteron tidak menyebabkan meningkatnya resiko
terhadap berbagai kanker (termasuk kanker payudara), tetapi mengurangi resiko
terjadinya kanker rahim.
ü
keuntungan memakai kb suntik:
ü
cocok untuk mencegah kehamilan atau
menjarangkan kehamilan dalam jangka panjang dan kesuburan dapat pulih kembali
ü
tidak terpengaruh "faktor
lupa" dari pemakai (tidak seperti memakai pil kb)
ü
tidak mengganggu hubungan suami
istri
ü
dapat dipakai segala umur pada masa
reproduktif
ü
tidak mengganggu laktasi (menyusui),
baik dari segi kuantitas maupun kualitas
ü
dapat dipakai segera setelah masa
nifas
ü
meningkatkan kenyamanan hubungan
suami-istri karena rasa aman terhadap risiko kehamilan
ü
dapat dipakai segera setelah
keguguran
ü
membantu mencegah terjadinya
kehamilan di luar kandunga
ü
membantu mencegah kanker endometrium
(rahim)
ü
membantu mencegah kejadian mioma
uteri (tumor jinak rahim)
ü
mungkin dapat mencegah kanker indung
telur (ovarium)
ü
mengurangi kejadian anemi kekurangan
zat besi
ü
ü
khusus untuk penderita epilepsi
mengurangi kejadian kejang.
kekurangan kb suntikan: kekurangan
kb suntikan: efek sampingya terhadap siklus haid (menstruasi) sering
"tidak menyenangkan" , namun tidak berbahaya dan bukan tanda
kelainan/penyakit ; perubahan pola haid biasanya pada tahun pertama pemakaian
yakni :
ü
perdarahan bercak , dapat lam
ü
jarang terjadi perdarahan yang banya
ü
tidak dapat haid (sering setelah
pemakaian berulang
ü
sering menaikkan berat bada
ü
dapat menyebabkan (tidak pada semua
akseptor) sakit kepala, nyeri payudara, "moodiness", jerawat,
kurangnya libido seksual, rambut rontok.
ü
perlu suntikan ulangan teratur
ü
perlu follow up (kontrol/kunjungan
berkala) untuk evaluasi secara umum, kebanyakan wanita boleh memakai kb suntik,
meskipun:
o perokok
berat
o menyusui
o gemuk atau
kurus
o remaja
o baru
keguguran
o berpenyakit
tiroid
o epilepsy
o tbc (bukan
tbc kandungan)
o varises
ringan
o hipertensi
ringan
o siklus
haid tidak teratur
o anemi
kekurangan zat besi
Subscribe to:
Postingan (Atom)

